


Segitiga astronomis adalah segitiga
yang terbentuk pada bola langit yang di batasi oleh lingkaran besar dan yang
dibentuk oleh titik zenith (Z), benda langit yang diamati (M) dan kutub bola
langit. Sifat-sifat segitiga astronomis sama dengan sifat-sifat segitiga-bola.
Penerapan segitiga astronomis pada bola bumi antara lain mencari ketinggian
benda langit dan mencari jarak terpendek antardua kota yang diketahui
posisisinya, yaitu posisi yang dinyatakan dalam koordinat lintang dan bujurnya.
Segitiga-bola dibatasi oleh busur-busur minor dari tiga lingkaran besar yang
saling berpotongan. Busur-busur minor yang membentuk segitiga-bola disebut
sisi-sisi segitiga-bola, yang panjangnya dinyatakan sebagai derajat sisi, dan
titik-titik perpotongan ketiga lingkaran besar disebut titik-titik sudut
segitiga-bola. Besar sudut pada segitiga-bola diukur dengan menggunakan sudut
trihedral yang berkorespondensi dengan sudut yang bersangkutan.
Leia Mais…
- Ketika seorang
sarjana masuk ke dunia tambang,biasanya seorang geodet akan dihadapkan oleh
topografi yang setiap hari, bahkan setiap jam pasti berubah karena adanya
progress tambang. Yang jadi pertanyaan bisakah kita terus menyajikan sebuah
peta topografi yang actual setiap jam, hanya dengan bermodal total stasion dan
software pendukung. Akan lebih parah ketika kita langsung dihadapkan dengan
persoalan pembebasan lahan sementara dataperubahan topografi belum selesai
disajikan. Memang sebaiknya, seorang geodet harus rela untuk dipaksa
berpanas-panasan selama setahun untuk mengumpulkan data topografi selama
setengah hari, dah tengah harinya data sudah diproses untuk selanjutnya
dilakukan perhitungan sisa cadangan kalo topografi yang diambil tersebutsudah
aktif ditambang .
- Kebutuhan di
dunia tambang akan sarjana geodesi sangatlah besar, ketika suatu perusahaan
besar memerlukan data actual yang teliti dan cepat, maka sarjana
teknik geodesi bener-bener sangat diperlukan, tapi ketika mereka butuh
data yang cepattanpa memperhatikan ketelitian, cukuplah anak D2 Pertambangan,
atau malah cuma seorang lulusan SMK yang mengerti akan pengukuran. Jadi ketika
ada masalah biasanya mereka minta di koreksi, karena selama kuliah, mungkin
mereka tidak diajarkan tentang kesalahan penutup sudut, koreksi polygon,
kesalahan nivo,atau koreksi BM.
- Untuk para
surveyor yang berpengalaman, biasanyadiarahkan untuk sebagai survey data processing
untuk pengolahan selanjutkan keperhitungan volume, perhitungan cadangan, desain
jalan, dan malah banyak pula yang merangkap ke mine plan, untuk menghitung
kapasitas alat untuk menghitungtarget bulanan atau ke design tambang untuk
merencanakan bentuk tambang, kemana arah jalan, berapa jumlah bench yang di
perlukan, sudut kemiringan design tambang agar tidak terjadi longsoran, berapa
kapasitas tanah penutup (overburden & interburden). Itulah tantangan kita
selanjutnya, karena sekarang, katakanlah di daerah kalsel atau kaltim, banyak
pula surveyor tambang atau malah survey data processing malah bukan lulusan
geodesi, tapi lulusan kehutanan
- Walaupun
survey tambang adalah kegiatan survey geodesi rendah dan cukup sederhana, namun
seyogyanya dilakukan dengan kaidah survey dan pemetaan yang benar, terlepas
dari asumsi bahwa kegiatan survey di tambang adalah bersifatSupport dan
service. Karena kesalahan dalam membuat polygon pada tahap explorasi &
ekploitasi, pada saat pemasangan patok di lapangan (stake out), akanmembuat SR
(Striping ratio; angka perbandingan produksi batubara & overburden)akan
membengkak, Itulah tantangan kita selanjutanya, menyajikan data topografiyang
cepat, lengkap & teliti.
Leia Mais…