Tuesday, April 24, 2012

Segitiga Astronomis

         Segitiga astronomis adalah segitiga yang terbentuk pada bola langit yang di batasi oleh lingkaran besar dan yang dibentuk oleh titik zenith (Z), benda langit yang diamati (M) dan kutub bola langit. Sifat-sifat segitiga astronomis sama dengan sifat-sifat segitiga-bola. Penerapan segitiga astronomis pada bola bumi antara lain mencari ketinggian benda langit dan mencari jarak terpendek antardua kota yang diketahui posisisinya, yaitu posisi yang dinyatakan dalam koordinat lintang dan bujurnya. Segitiga-bola dibatasi oleh busur-busur minor dari tiga lingkaran besar yang saling berpotongan. Busur-busur minor yang membentuk segitiga-bola disebut sisi-sisi segitiga-bola, yang panjangnya dinyatakan sebagai derajat sisi, dan titik-titik perpotongan ketiga lingkaran besar disebut titik-titik sudut segitiga-bola. Besar sudut pada segitiga-bola diukur dengan menggunakan sudut trihedral yang berkorespondensi dengan sudut yang bersangkutan.

Leia Mais…

Saturday, April 21, 2012

Peran Geodesi dalam Dunia Pertambangan

  • Ketika seorang sarjana masuk ke dunia tambang,biasanya seorang geodet akan dihadapkan oleh topografi yang setiap hari, bahkan setiap jam pasti berubah karena adanya progress tambang. Yang jadi pertanyaan bisakah kita terus menyajikan sebuah peta topografi yang actual setiap jam, hanya dengan bermodal total stasion dan software pendukung. Akan lebih parah ketika kita langsung dihadapkan dengan persoalan pembebasan lahan sementara dataperubahan topografi belum selesai disajikan. Memang sebaiknya, seorang geodet harus rela untuk dipaksa berpanas-panasan selama setahun untuk mengumpulkan data topografi selama setengah hari, dah tengah harinya data sudah diproses untuk selanjutnya dilakukan perhitungan sisa cadangan kalo topografi yang diambil tersebutsudah aktif ditambang .
  • Kebutuhan di dunia tambang akan sarjana geodesi sangatlah besar, ketika suatu perusahaan besar memerlukan data actual yang teliti dan cepat, maka sarjana teknik geodesi bener-bener sangat diperlukan, tapi ketika mereka butuh data yang cepattanpa memperhatikan ketelitian, cukuplah anak D2 Pertambangan, atau malah cuma seorang lulusan SMK yang mengerti akan pengukuran. Jadi ketika ada masalah biasanya mereka minta di koreksi, karena selama kuliah, mungkin mereka tidak diajarkan tentang kesalahan penutup sudut, koreksi polygon, kesalahan nivo,atau koreksi BM.
  • Untuk para surveyor yang berpengalaman, biasanyadiarahkan untuk sebagai survey data processing untuk pengolahan selanjutkan keperhitungan volume, perhitungan cadangan, desain jalan, dan malah banyak pula yang merangkap ke mine plan, untuk menghitung kapasitas alat untuk menghitungtarget bulanan atau ke design tambang untuk merencanakan bentuk tambang, kemana arah jalan, berapa jumlah bench yang di perlukan, sudut kemiringan design tambang agar tidak terjadi longsoran, berapa kapasitas tanah penutup (overburden & interburden). Itulah tantangan kita selanjutnya, karena sekarang, katakanlah di daerah kalsel atau kaltim, banyak pula surveyor tambang atau malah survey data processing malah bukan lulusan geodesi, tapi lulusan kehutanan
  • Walaupun survey tambang adalah kegiatan survey geodesi rendah dan cukup sederhana, namun seyogyanya dilakukan dengan kaidah survey dan pemetaan yang benar, terlepas dari asumsi bahwa kegiatan survey di tambang adalah bersifatSupport dan service. Karena kesalahan dalam membuat polygon pada tahap explorasi & ekploitasi, pada saat pemasangan patok di lapangan (stake out), akanmembuat SR (Striping ratio; angka perbandingan produksi batubara & overburden)akan membengkak, Itulah tantangan kita selanjutanya, menyajikan data topografiyang cepat, lengkap & teliti.

Leia Mais…